Dari Github Pindah ke Firebase

Hampir satu tahun sejak posting terakhir akhirnya blog ini terisi lagi dengan artikel terbaru. Blog ini “disentuh kembali” karena teringat tentang posting yang membahas pindahan salah satu blog untuk buku yang sudah dibaca.

Sebenarnya langsung ada niat untuk mengisi posting langsung diblog ini, tapi berhubung aplikasi untuk menulis via web untuk jekyll di github sudah tidak berfungsi lagi (domainnya sudah expired), akhirnya niat untuk bikin posting surut untuk sementara.

Perkenalan dengan Firebase

Akhirnya Game of Thrones Season ke 7 lah yang membuat blog ini muncul kembali.

Bermula dari mencari download-an/streaming GOT Season 7 Episode 2 di pencarian Indonesia, saya menemukan satu blog movie yang videonya di hosting menggunakan firebase.


Firebase

Saya tau hal tersebut karena pada saat pilihan mendownload linknya mengarah ke firebase.

Dari situ saya mulai mencari untuk apakah firebase tersebut sebenarnya, kenapa bisa nge-host file movie. Soalnya untuk firebase versi gratisan sendiri hostingnya hanya 1 Gb, tentunya blog movie membutuhkan space yang lebih besar.

Sampai saat ini saya belum tau gimana cara hosting file movie dengan gratis di firebase

Kalo menggunakan google drive mungkin sudah pada tau yaitu dengan menggunakan email edu atau ac.id untuk mendapatkan unlimited drive

Firebase untuk Hosting File Statis

Disebutkan disini

Firebase Hosting provides fast and secure static hosting for your web app

Artinya file statis biasa seperti Html, Javascript, Gambar, Text bisa dihosting menggunakan firebase.

Seperti yang anda tahu firebase adalah salah satu layanan Google yang terpercaya dalam masalah hosting. Sangat jarang sekali Blogger mengalami gangguan server, hal ini bisa kita manfaatkan untuk kemaslahatan blog pribadi maupun blog perusahaan.

Membuat Blog Statis menggunakan SSG (Static Generator)

Ada banyak sekali website static generator yang ada saat ini, yang paling banyak digunakann adalah :

  1. Jekyll
  2. Hexo
  3. Hugo

Sebelum menggunakan Hexo terlebih dahulu saya sudah mencoba menggunakan Jekyll via Github dan Hugo (menggunakan hosting gratis Hostinger dan domain .top)

Pada saat awal mengenal kedua aplikasi ini saya sangat antusias karena ada oprekan baru selain wordpress.

Tapi pada akhirnya blog yang saya gunakan untuk belajar akhirnya terbengkalai seperti blog ini (yang terbengkalai hampir satu tahun) karena proses pembuatan artikel yang masih manual tanpa ada built-in preview artikel yang sudah dibuat.

Proses upload file updatenya sendiri hanya bisa otomatis jika menggunakan fasilitas git, yang artinya blog tersebut hanya bisa dihosting di github, gitlab atau bitbucket.

Jatuh cinta dengan Hexo

Saat mencoba Hexo awalnya saya mengira aplikasi ini sama saja dengan Hugo.

Hugo sendiri untuk men-deploy website yang sudah jadi ke hosting pribadi harus manual menggunakan FTP.

Lain halnya dengan Hexo, aplikasi SSG yang dibuat menggunakan nodejs ini memiliki plugin yang bisa deploy website dengan banyak cara salah satunya dengan FTP.

Sama seperti halnya jika push file melalui metode git, deploy file website menggunakan plugin yang disediakan Hexo membuat blogging jadi lebih mudah.


Hexo

Menggunakan Hexo (dan statis website lainnya) memberikan keuntungan dalam hal SEO karena dengan menggunakan website statis, kita bisa memanfaatkan hosting gratis yang space kecil (antara 5mb-10mb).

Website statis yang dihasilkan oleh Hugo dan Hexo juga bisa digunakan pada server yang tidak mendukung PHP server seperti Apache, Nginx, Litespeed, dll.

Hosting Gratis di Firebase

Sebelum akhirnya memilih domain ini untuk dihosting pertama kali di Firebase, saya sempat ingin membeli domain baru (lagi) untuk blog percobaan.

Sempat juga riset (lagi) untuk mencari subdomain gratis untuk dijadikan blog yang dibuat menggunakan Hexo.

Sampai saat ini saya sudah membuat 3 blog (2 menggunakan hosting dan subdomain gratis dan 1 blog eka.gdn ini)

Firebase sendiri memberikan hosting gratis sebesar 1GB dan bandwidth 10GB/bulan untuk versi gratisnya. Sudah lebih dari cukup untuk hosting blog pribadi.

Custom domain pun mendapatkan SSL gratis yang tidak didapatkan jika menggunakan github.

Proses Deploy Website ke Firebase

Men-deploy website yang sudah jadi ke firebase ternyata cukup mudah. Jika nodejs dan npm sudah terinstall kita cukup menginstall firebase cli dengan baris perintah

1
npm install -g firebase-cli

Setelah terinstall kita cukup melakukan konfigurasi pertama

1
firebase init

dan

1
firebase deploy

Untuk mengupload website.

Pengalaman menggunakan hosting Gratis dari Firebase

Setelah semua file terupload kita diberikan url nama-aplikasi.firebaseapp.com

Pada url tersebut blog/website kita bisa diakses, untuk proses custom domain sendiri pun cukup mudah dan cepat.

Kita hanya perlu menambahkan TXT di DNS setting setelah terverifikasi tinggal mengarahkan A record ke IP yang telah disediakan.

Setelah beberapa saat blog langsung bisa diakses dengan menggunakan alamat domain baru.

Perlu diketahui - saat pertama kali diakses kita akan mendapatkan pesan sertifikat error, hal ini dikarenakan proses propagasi dari SSL belum sempurna.

Perlu waktu beberapa saat (blog ini ga sampai satu jam) untuk menghilangkan pesan error tersebut di browser.

Saya berencana untuk membuat artikel tutorial membuat website dengan Hexo dan menggunakan Firebase sebagai hostingnya.

Karena saat saya searching di google belum ada tutorial tersebut.

Mungkin bisa membantu anda yang hobi gratisan, ngoprek, dan hal baru.

Share